Warna Corporate dan Pengaruhnya Terhadap Konsumen

Masih tentang warna, kali ini terkait dengan branding, dalam hal ini visual brand identity. Warna bagi brand, adalah bagian penting yang harus bisa dioptimalkan. Bayangkan merahnya Marlboro, dengan merahnya Coca-cola. Kenapa kita bisa bedakan dengan baik? Salah satunya karena sering dipapar dengan warna itu dalam kehidupan sehari-hari, lainnya adalah kecerdikan desainer mengolah warna yang unik.

Penelitian telah membuktikan bahwa warna yang berbeda menimbulkan reaksi yang berbeda pula. Marketo, sebuah lembaga pemasaran, memilih warna Ungu untuk branding mereka karena saat perusahaan dibangun, warna ini relatif tak digunakan oleh brand besar yang lain. Hal lainnya, Ungu merepresentasikan pesan kemakmuran, kebangsawanan, dan kekayaan yang juga berhubungan dengan pesan kepemimpinan dan membawa keuntungan.

Memilih warna bagi brand pada logo, halaman website, produk, dan lainnya akan membantu pencapaian dampak yang optimal.

Sumber:

http://desainkomunikasivisual.com/infografis-warna-corporate-dan-pengaruhnya-terhadap-konsumen/

________________________________________________________________________________

Diposkan oleh:

IMG_20120802_224717Shabrina Rizqi Ghassani Putri

201106018

Desain Komunikasi Visual

ISI Denpasar

Sejarah Warna

Warna telah diteliti dan digunakan lebih dari 2000 tahun sepanjang sejarah.  Banyak peradaban di dunia yang telah bereksperimen dengan warna. Sampai saat ini pun, masih kita pelajari seberapa pentingnya warna di dalam kehidupan kita.

 

tinyurl.com/aqkhe4o

Bangsa Mesir kuno tercatat telah menggunakan warna untuk penyembuhan. Mereka menyembah matahari, mereka berpikir bahwa tanpa adanya cahaya tidak akan ada kehidupan. Mereka melihat alam dan mengaplikasikannya terhadap aspek kehidupan mereka. Mereka mengaplikasikan warna hijau pada candi-candi seperti rumput yang kemudian tumbuh bersama sungai Nil. Biru juga merupakan warna yang sangat penting untuk orang Mesir, biru adalah warna langit. Mereka membangun kuil untuk penyembuhan melalui sinar matahari. Orang Yunani menganggap warna hanya sebagai ilmu. Hippocrates, meninggalkan sisi metafisik dari warna, dan hanya berkonsentrasi pada aspek ilmiah. Orang Cina juga tercatat menggunakan warna sebagai pengobatan. Beberapa penelitian awal dan teori tentang cahaya dilakukan oleh Aristoteles. Dia menemukan bahwa dengan mencampurkan dua warna, akan menghasilkan warna ketiga. Dia mencampurkan warna kuning dan biru, dan menghasilkan warna hijau. Plato dan Phytagoras juga mempelajari cahaya.

 

tinyurl.com/a38oej5

Selama Abad Pertengahan, Paracelsus memperkenalkan kembali pengetahuan dan filosofi warna dengan menggunakan kekuatan sinar warna untukpenyembuhan diiringi musik dan herbal. Sayangnya, karyanya diejek di Eropa. Sebagian manuskripnya dibakar, namun sekarang, orang-orang mengakuinya sebagai dokter terbesar dan penyembuh pada zamannya. Seorang pelopor dalam bidang warna, Isaac newton tahun 1672 menerbitkan karya kontroversialnya mengenai warna, dan 40 tahun kemudian karyanya itu bernama “Opticks”. Newton melewati seberkas cahaya matahari melalui prisma. Ketika cahaya keluar dari prisma tersebut, warnanya tidak putih, tetapi ada 7 warna: Merah, Orange, Kuning, Hijau, Biru, indigo dan Violet. Penyebaran sinar tersebut diberi nama dispersi oleh Newton. Maka Newton menyimpulkan bahwa cahaya putih terdiri dari tujuh sinar yang berbeda.

Sumber:

http://spectrumpaint-indonesia.blogspot.com/2012/08/sejarah-warna.html

http://www.colourtherapyhealing.com/colour/colour_history.php

________________________________________________________________________________

Diposkan oleh:
155840_1507687688154_3961520_aPrima Novando Pek

201106082

Desain Komunikasi Visual

ISI Denpasar